KATANG.ID – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menggelar aksi damai di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini merupakan kelanjutan protes keras terhadap pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa ditemukan solusi yang dinilai memuaskan masyarakat luas.
Koordinator aksi, Fiteli Waruwu, menyampaikan kekecewaan mendalam karena hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi gangguan pelayanan kelistrikan yang merugikan warga Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan.
“Kami menuntut solusi nyata dan terukur. Sudah berbulan-bulan masyarakat dirugikan akibat pemadaman yang tidak menentu, namun sampai hari ini belum ada titik terang penyelesaiannya,” tegas Fiteli di lokasi aksi.
Dalam unjuk rasa kali ini, para peserta memasang spanduk berisi aspirasi sekaligus menyampaikan sejumlah tuntutan utama. Di antaranya adalah pencopotan General Manager PLN Wilayah serta pemberian ganti rugi bagi seluruh lapisan masyarakat yang mengalami kerugian akibat pemadaman berkepanjangan.
Kerugian yang ditimbulkan pun dinilai sangat besar, mulai dari kerugian materi bagi pelaku usaha akibat kerusakan barang dagangan dan penurunan omzet, hingga terganggunya aktivitas belajar, bekerja, serta pelayanan publik yang tidak dapat berjalan maksimal.
GPG juga menyoroti keberadaan kantor General Manager PLN Wilayah yang berpusat di Kalimantan Selatan, bukan di Palangka Raya. Kondisi ini dinilai menghambat penyerapan aspirasi warga Kalteng secara langsung dan menyeluruh.
“Kami meminta General Manager hadir secara fisik menemui masyarakat di Palangka Raya. Kami menolak dialog yang hanya dilakukan lewat panggilan video. Masyarakat berhak menyampaikan keluhan secara langsung dan mendengar komitmen penyelesaian secara terbuka,” tandasnya.
Fiteli menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang seluruh aspek kehidupan warga, sehingga pelayanan yang andal dan merata harus menjadi prioritas utama. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal aksi ini demi mewujudkan pelayanan kelistrikan yang transparan, berkeadilan, dan dapat diandalkan.
Aksi serupa rencananya akan dilanjutkan kembali pada Rabu (29/7) pukul 10.00 WIB di lokasi yang sama jika belum ada tanggapan serius dari pihak manajemen PLN.(red/wis)