KATANG.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah hingga saat ini masih berada dalam musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya udara kabur akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, mengungkapkan bahwa sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan. Analisis tersebut didasarkan pada pantauan citra satelit yang dilakukan BMKG pada Senin (28/9/2026).
“Berdasarkan pemantauan BMKG, masih terpantau asap di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi cuaca secara umum masih didominasi cerah berawan hingga berawan disertai udara kabur akibat kabut asap,” ujar Ika.
Dalam prakiraan mingguan periode 28 September hingga 4 Oktober 2026, BMKG mencatat kondisi atmosfer Kalteng masih mendukung musim kemarau. Meski demikian, terdapat peluang munculnya hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah yang diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap.
Ika menjelaskan bahwa pergerakan asap sangat dipengaruhi oleh pola angin yang bertiup dari timur laut menuju barat daya. Kecepatan angin yang berkisar antara 5 hingga 25 kilometer per jam membuat asap dari titik api terdistribusi ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah maupun provinsi tetangga.
“Untuk saat ini Kalimantan Tengah masih berada pada musim kemarau dan belum memasuki musim hujan. Namun terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah yang dapat membantu mengurangi konsentrasi asap secara lokal,” tuturnya.
BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir pada 28-30 September 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan, Barito Timur, dan Kapuas. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi karhutla lanjutan serta penurunan kualitas udara yang masih bisa terjadi.
“Karena masih musim kemarau, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan,” tegas Ika menutup imbauannya.(red)