KATANG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan penting bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Hingga akhir Agustus 2026, seluruh wilayah provinsi ini diprediksi akan didominasi curah hujan kategori rendah, bahkan berada di bawah rata-rata normal. Kondisi ini menjadikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama.
Prakirawan BMKG Kalimantan Tengah, Muhamad Ihsan Sidiq, menjelaskan berdasarkan analisis prediksi dasarian, kondisi curah hujan pada Dasarian I, II, hingga III Agustus 2026 serentak masuk dalam kategori rendah di seluruh kabupaten dan kota.
“Untuk Dasarian I hingga Dasarian III Agustus, seluruh wilayah Kalimantan Tengah diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Selain itu, sifat hujan yang turun pada periode tersebut juga diperkirakan berada di bawah normal. Artinya, jumlah air yang jatuh ke bumi jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata kondisi iklim pada bulan Agustus di tahun-tahun sebelumnya.
“Memang masih ada peluang hujan turun di beberapa titik, namun intensitasnya belum cukup signifikan untuk mengakhiri musim kemarau yang sedang berlangsung,” tambah Ihsan.
Ia mengingatkan bahwa meskipun hujan sesekali terjadi, dampaknya sangat terbatas. Hujan ringan memang bisa sementara membersihkan partikel debu dan asap di udara serta membasahi permukaan tanah. Namun, jika tidak merata dan intensitasnya rendah, kelembapan tanah akan cepat hilang kembali. Akibatnya, risiko api menyala dan menyebar luas tetap besar, begitu pula dengan potensi munculnya kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Merespons hal ini, BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara maksimal. Masyarakat diminta sepenuhnya berhenti membuka lahan dengan cara membakar yang merupakan penyebab utama terjadinya karhutla. Jika menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang atau pengelola lahan terdekat agar dapat segera dipadamkan sebelum meluas.
“Kami mengajak masyarakat untuk rutin memantau perkembangan cuaca melalui saluran resmi BMKG. Hal ini penting agar kita semua siap mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan,” tutup Ihsan.
Pihak berwenang juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan, untuk bersinergi menjaga lingkungan. Pencegahan sejak dini dan kepatuhan terhadap aturan larangan membakar lahan adalah kunci utama agar bencana karhutla dan kabut asap tidak kembali melanda Kalimantan Tengah tahun ini. (red/wis)