KATANG.ID – Musibah kebakaran menghanguskan tiga bagunan barak di Komplek Asrama TNI, Jalan Manunggal, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Sabtu (20/6/2026) sore.
Jilatan si jago merah tanpa ampun merambat cepat dari belakang bangunan dan menghanguskan seluruh bangunan barak yang didominasi berkonstruksi kayu. Sontak kejadian tersebut, membuat panik warga sekitar.
Salah satu penghuni barak asrama Aprilia (13), yang kebetulan dekat dengan titik awal munculnya api mengungkapkan kesaksiannya. Awalnya ia merasa tidak menduga akan terjadi kebakaran saat sedang santai di dalam kamar. Namun tanda-tanda kejanggalan ia sadari ketika aliran listrik di rumahnya mulai tidak stabil.
"Awalnya saya lagi di kamar, tiduran. Terus saya melihat lampu kedap-kedip," ujar Aprilia.
Kemudian dia memutuskan untuk keluar kamar memeriksa kondisi rumah. Ketika berada di luar, ia dikagetkan dengan suara gemuruh di arah belakang asrama.Saat melihat ke belakang bangunan barak, kobaran api sudah membesar di atap bangunan.
"Pas saya keluar, apinya sudah gede dari arah belakang. Sempat takut karena tempatnya dekat sekali. Perasaan lega saat pemadam kebakaran cepat datang," ucapnya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan informasi awal mengenai amukan si jago merah diperoleh pihaknya melalui media sosial dan laporan langsung dari salah seorang anak penghuni barak.
Menurutnya, petugas yang menerima laporan tersebut, langsung bergegas mendatangi titik awal api. Proses awal, petugas mencoba melakukan pemadaman api dengan menggunakan Alat Pemadam Ringan (APAR). Namun karena kontruksi bangun sebagian besar dari kayu, membuat api cepat membesar.
"Petugas sempat membawa APAR untuk melakukan penyemprotan. Namun, karena bangunan di lokasi sebagian besar terbuat dari kayu, api sangat mudah membesar dan tidak bisa teratasi hanya dengan APAR. Kami langsung mengerahkan dua unit armada dari pemadam kebakaran," jelasnya.
Dari total sepuluh bangunan barak yang berada di Asrama TNI tersebut, tiga bangunan barak hangus terlalap api hingga menjadi abu. Satu bangunan barak diketahui terkena dampak ringan.
Hingga berita ini diterbitkan, masih belum diketahui secara pasti terkait penyebab dari kebakaran tersebut. Sementara, petugas pemadam kebakaran menduga kuat karena korsleting arus listrik.
"Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan sementara mengarah pada terjadinya korsleting arus listrik yang bermula dari rumah paling ujung asrama,"kata Alfrianto seraya menyebut pihak kepolisian tengah memasang garis polisi (Police Line) guna menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (wis)