KATANG.ID-Masyarakat mendadak dikagetkan oleh upaya nekat seorang pemuda berinisial F (21) di Jalan Kalimantan, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya yang diduga kuat ingin bunuh diri (bundir). Peristiwa yang mengegerkan warga sekitar itu, terjadi Senin (15/6/2026) malam sekira pukul 21.30 WIB.
Beruntung warga langsung bergerak cepat mencegah tindakan nekat itu dan melaporkan ke aparat berwajib.
Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto menuturkan bahwa dari data awal yang digali melalui warga dan saksi, F disinyalir tengah terbelit persoalan pribadi sebelum melancarkan aksi nekatnya itu.
Kendati demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan fakta komprehensif mengenai motif di balik tindakan spontan yang dilakukan F tersebut.
"Kini F telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya mulai berangsur membaik atau stabil," ujar AKP Iyudi Hartanto kepada media, Rabu (17/6/2026).
Dia menuturkan setelah resmi mendapat aduan warga, tim piket SPKT Polsek Pahandut, jajaran Polresta Palangka Raya langsung merespon cepat dan bergegas meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) guna menggelar pemeriksaan dan tindakan pertama.
Menurutnya, merujuk dari keterangan para saksi mata di lokasi kejadian, pemuda itu didapati sudah dalam kondisi lemas tak berdaya di sekitar bangunan sarang burung walet milik warga sekitar.
Mengetahui hal itu, warga kemudian dengan cepat mengevakuasi korban menuju RS Bhayangkara Palangka Raya untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
Beruntung atas kesigapan semua pihak dan penanganan intensif serta pantauan tim dokter, F dikabarkan sudah boleh diizinkan pulang ke rumah keluarganya.
Dari peristiwa ini, polisi mengimbau agar masyarakat menaruh perhatian lebih pada kesehatan mental F. Bahkan peran aktif keluarga serta dialog yang sehat dianggap sangat krusial dalam menolong individu yang tengah didera beban hidup atau konflik personal.
“Kasus ini menjadi alarm pengingat bagi kita semua, bahwa seluruh rintangan pasti memiliki solusi jika dikomunikasikan dengan keluarga, teman dekat, figur masyarakat, atau tenaga profesional yang mampu menyajikan bimbingan yang sesuai,”ujar AKP Iyudi Hartanto. (wis)