Pencarian

Hujan Melanda Kalteng 7–9 September! Asap Karhutla Masih Tebal, Warga Diminta Waspada

Senin, 07 September 2026 • 11:50:00 WIB • 2 menit baca
Hujan Melanda Kalteng 7–9 September! Asap Karhutla Masih Tebal, Warga Diminta Waspada
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq. (Foto BMKG)

KATANG.ID— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan cuaca penting.

Selama tiga hari ke depan, 7 hingga 9 September 2026, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan juga berpeluang disertai kilat atau petir serta angin kencang. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut, Muhamad Ihsan Sidiq, Senin (7/9/ 2026).

 

"Hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan menyebar di 14 kabupaten dan kota," ujar Ihsan.

 

Dia menjelaskan bahwa untuk wilayah yang terkena, meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, hingga Kota Palangka Raya.

 

Namun, potensi hujan lebat ini hanya berlaku hingga tanggal 9 September.

Memasuki tanggal 10 hingga 13 September 2026, potensi hujan lebat diprakirakan menurun drastis hingga nyaris nihil di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Artinya, peluang hujan lebat hanya tersisa dalam kurun waktu tiga hari ini saja.

 

Hujan yang diprakirakan bersifat lokal dan berdurasi singkat ini pun membawa risiko tersendiri. Untuk itu, BMKG mengingatkan, curah hujan tinggi berpotensi memicu genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Angin kencang juga berpeluang berkembang menjadi angin puting beliung.

"Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap berbagai dampak bencana susulan yang mungkin muncul," tegas Ihsan.

 

Di sisi lain, kondisi udara di Kalimantan Tengah masih memprihatinkan.

Pada Senin pagi, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB, wilayah Kalteng masih diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kualitas udara saat itu tercatat masuk dalam kategori tidak sehat.

 

Paparan asap ini sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama saluran pernapasan. BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang masih tinggi.

 

Selain itu, masyarakat diminta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi diri dari paparan polusi udara.

 

Kombinasi cuaca ekstrem dan kualitas udara yang buruk menuntut kewaspadaan ganda dari seluruh warga Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan. Warga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipatif lebih awal. (red/wis)

 

Follow katang.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks
Katang.ID - Media Berita Kalimantan Tengah TV YouTube

Berita Terkini

Indeks