Pencarian

Visibilitas 450 Meter! Kabut Asap Tutup Bandara Tjilik Riwut, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

Sabtu, 12 September 2026 • 20:00:00 WIB • 2 menit baca
Visibilitas 450 Meter! Kabut Asap Tutup Bandara Tjilik Riwut, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Kondisi penumpang yang terlantar di Bandara Tjilik Riwut usai mengalai pembatalan jadwal penerbangan, Sabtu (12/9/2026) malam. (Foto Katang.id)

KATANG.ID-Kabut asap tebal kembali menyelimuti Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (12/9/2026). Kondisi ini memaksa sejumlah jadwal penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan menyeluruh. Visibilitas turun drastis di bawah batas minimum keselamatan penerbangan, mengganggu mobilitas udara di Kalimantan Tengah dan menimbulkan keresahan sekaligus kerugian bagi para penumpang.

 

Berdasarkan data PT Angkasa Pura Indonesia, jarak pandang di bandara yang sempat mencapai 800 meter pada pukul 07.30 WIB, terus merosot tajam. Pada pukul 14.30–15.00 turun menjadi 500 meter, dan pada pukul 15.30 hanya tersisa 450 meter, jauh di bawah ambang batas aman pendaratan dan lepas landas pesawat.

 

Kondisi itu langsung memutus akses udara. Beberapa rute terpaksa dibatalkan, antara lain Super Air Jet IU 394 (Samarinda–Palangka Raya), IU 651 (Palangka Raya–Jakarta), IU 675 (Palangka Raya–Surabaya), serta Lion Air JT 680 (Surabaya–Palangka Raya) dan JT 681 (Palangka Raya–Surabaya).

 

Penyesuaian operasional terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, seiring koordinasi ketat dengan AirNav Indonesia, BMKG, dan maskapai penerbangan.

 

Di tengah kabut yang memburamkan pandangan, ratusan penumpang terpaksa menunggu berjam-jam di ruang tunggu. Salah satunya Dina, yang seharusnya terbang pukul 15.25 WIB menuju Denpasar lewat Surabaya. Dua jam lamanya ia menanti kabar, hingga akhirnya pengumuman pembatalan terdengar.

 

“Sempat menunggu sekitar dua jam di dalam bandara sebelum tahu pasti batal,” ujarnya.

 

Pihak maskapai menawarkan pengembalian dana sepenuhnya. Namun ketidakpastian berapa lama kabut akan bertahan membuat Dina memilih refund dan mengubah rencana perjalanan ke hari lain.

 

“Sudah diperkirakan sih, soalnya kan kemarin juga sempat seperti itu. Jadinya sudah menduga bakal dibatalkan hari ini,” tambahnya dengan nada pasrah.

 

Keresahan serupa dirasakan Kristina, penumpang lain yang juga terdampak. Dua hari terakhir kabut asap memang sempat mereda, namun kembali memburuk dengan cepat.

 

“Sejujurnya tidak berharap seperti ini, tapi dua hari terakhir sudah terlihat tanda-tandanya. Titik kebakaran hutan dan lahan makin banyak di sekitar,” ungkapnya.

 

Meski maskapai menjanjikan refund 100 persen, proses pengembalian dana itu butuh waktu 3 hingga 14 hari kerja. “Itu yang justru memberatkan. Biaya sudah terlanjur keluar, uangnya baru kembali dua minggu lagi,” keluhnya.

 

Kristina pun memilih bertahan di Palangka Raya, karena mencari jalur alternatif lewat Banjarmasin pun tak kalah sulit. “Harus lewat sini juga, jadi tak ada pilihan lain selain menunggu cuaca membaik,”katanya.

 

Pihak pengelola bandara mengimbau masyarakat yang akan bepergian lewat jalur udara untuk memantau perkembangan kabut asap dan memastikan jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah masih berpotensi mengganggu operasional penerbangan dalam beberapa hari ke depan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah tekanan kabut yang belum sepenuhnya berlalu.(red)

 

Follow katang.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks
Katang.ID - Media Berita Kalimantan Tengah TV YouTube

Berita Terkini

Indeks