KATANG.ID — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin terasa dan mengancam keselamatan di jalan raya. Kabut asap tebal kini menyelimuti sejumlah ruas jalan utama di Kota Palangka Raya, dengan kawasan paling kritis berada di Jalan Tjilik Riwut, tepatnya dari Kilometer 12 hingga Kilometer 21. Asap yang masih pekat di wilayah tersebut, sangat membatasi jarak pandang pengendara dan berpotensi memicu lonjakan kecelakaan lalu lintas sewaktu-waktu.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, secara khusus menyoroti kondisi memprihatinkan di ruas jalan tersebut. Menurut pemantauan petugas, ketebalan kabut asap di sana masih tergolong cukup parah dan tidak boleh dianggap sepele.
"Untuk titik rawan kecelakaan yang disebabkan oleh asap berada di Jalan Tjilik Riwut tepatnya di Km 12 hingga Km 21, yang mana asap masih pekat di ruas jalan tersebut," ungkap Kompol Hermanto saat memberikan keterangan resmi pada Senin (31/8/2026).
Kondisi yang buruk ini muncul di tengah masih berlanjutnya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah sekitar Palangka Raya. Kabut asap yang menyebar telah menutupi pandangan pengendara secara signifikan, sehingga risiko tabrakan dan kecelakaan meningkat tajam. Jarak pandang yang pendek membuat pengemudi terlambat melihat kendaraan lain, rambu lalu lintas, maupun kondisi jalan di depannya.
Merespons situasi yang mengkhawatirkan itu, Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jalan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat diminta untuk segera mengurangi kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya, serta meningkatkan kewaspadaan secara berlipat ganda saat melintasi jalan yang tertutup asap.
Khusus bagi pengendara sepeda motor, Kompol Hermanto menyarankan agar menggunakan helm dengan kaca pelindung bening agar pandangan tidak semakin terganggu oleh butiran dan partikel asap. Seluruh pengendara juga sangat disarankan tetap mengenakan masker selama di perjalanan guna melindungi saluran pernapasan dari dampak buruk udara yang tidak sehat.
Selain itu, pengendara diminta untuk tidak memaksakan diri saat merasa lelah atau mulai mengantuk akibat terpapar asap dan menurunnya kualitas udara. Segera menepi dan beristirahat di lokasi yang aman menjadi langkah bijak sebelum melanjutkan perjalanan.
"Kabut asap sangat tebal, mengganggu jarak pandang dan sangat membahayakan. Agar selalu berhati-hati setiap berkendara," tegas Kompol Hermanto mengingatkan.
Pihaknya kembali mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melaju dengan kecepatan tinggi, terutama saat melintas di Jalan Tjilik Riwut Km 12–21 yang kini menjadi kawasan paling rawan akibat dampak kabut asap karhutla. Keselamatan adalah yang utama, dan melaju pelan serta waspada menjadi kunci selamat menembus kawasan tertutup asap.(red)