KATANG.ID – Saat kaki melangkah menyusuri pusat kota Palangka Raya, ada satu jalur yang seolah memanggil untuk disinggahi sebelum mengakhiri perjalanan. Namanya Jalan Batam. Bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang dari luar daerah, jalan ini bukan sekadar rute perlintasan biasa, melainkan jantungnya pusat oleh-oleh dan cendera mata khas Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah.
Begitu memasuki kawasan ini, suasana keramahan langsung menyambut. Deretan toko tertata rapi di kedua sisi jalan, menawarkan ragam produk yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang kearifan lokal. Di sini, pengunjung tak sekadar berbelanja, namun sedang berjalan menyusuri jejak budaya Suku Dayak dan kekayaan alam yang melimpah di tanah ini.
Salah satu daya tarik utama Jalan Batam, yakni koleksi kerajinan tangannya yang sangat lengkap. Mulai dari ukiran kayu bermotif khas yang sarat makna filosofis, anyaman rotan yang kokoh namun tetap indah, aksesori etnik, kain tenun bermotif unik, hingga kaos dan hiasan dinding bertema alam serta budaya Kalimantan Tengah.
Hampir seluruh barang tersebut merupakan hasil karya para pelaku UMKM lokal. Salah satu pemilik toko kerajinan, Surya, mengungkapkan semangatnya dalam melestarikan warisan daerah.
“Setiap ukiran dan anyaman yang dibuat bukan sekadar barang jualan, tapi ada cerita dan nilai budaya leluhur. Ketika wisatawan membelinya, berarti mereka ikut membawa serta identitas Palangka Raya ke tempat yang jauh,”ungkapnya.
Dia juga menuturkan bahwa, berbelanja di lokasi tersebut, berarti sekaligus mendukung perekonomian warga dan menjaga agar tradisi di Kalimantan Tengah ini tetap hidup dari generasi ke generasi.
Lebih menariknya lagi, kawasan jalan ini juga menjadi pusat oleh-oleh kuliner terbaik. Berbagai camilan dan makanan khas tersedia dengan kemasan rapi, higienis, dan praktis untuk dibawa perjalanan. Mulai dari amplang bahalap, lempok durian legit, keripik kelakai, wadi ikan, abon haruan, hingga kue gagatas.
Rosita, pemilik salah satu toko makanan yang sudah berdiri lebih dari 15 tahun lalu, menjelaskan alasan produknya tetap selalu dicari para tamu atau wisatawan dari luar daerah.
“Banyak pengunjung yang datang kembali hanya untuk membawa pulang rasa khas dari oleh-oleh di sini, bahkan ada yang sampai mengirimkannya lewat paket,”ujarnya.
Lokasi masih berada di pusat kota, Jalan Batam sangat mudah dijangkau dari berbagai arah. Jalannya lebar, tempat parkir cukup luas, dan suasana lingkungannya aman serta nyaman. Kebanyakan toko buka mulai pukul 07.00 hingga 19.30 WIB setiap hari.
Terkait tentang kisaran harga, bisa dibilang cukup bersahabat, mulai Rp15.000 untuk camilan hingga Rp500.000 lebih untuk kerajinan atau kain tenun. Bahkan pengunjung masih bisa menawar harga dengan santai.
Salah seorang wisatawan asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan Muhammad Ghifari, mengungkapkan pengalamannya.
“Setiap ke Palangka Raya, saya selalu mampir ke sini. Meski bukan untuk mencari oleh-oleh cendera mata, tapi kebetulan di sini ada rumah makan ikan bakar yang khas dan sudah menjadi langganan saya,”ucapnya sambil tersenyum.
Bagi pelancong atau traveler, singgah ke Jalan Batam bisa dikatakan sebagai penutup perjalanan yang sempurna. Sebab, tak sekadar tempat mencari buah tangan, kawasan ini juga menjadi jembatan bagi siapa saja untuk membawa pulang sepenggal cerita budaya, cita rasa, dan kenangan manis dari Bumi Tambun Bungai. (red)