Mahasiswa Palangka Raya Ditemukan Meninggal di Kos G. Obos 8, Polisi Dalami Dugaan Judi Online dan Pinjol

Ilustrasi tragedi mahasiswa di Palangka Raya gantung diri.
Penulis: Redaksi
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:58:00 WIB

KATANG.ID — Seorang mahasiswa berinisial KVA (23) ditemukan meninggal dunia di kamar kos Jalan G. Obos 8, Kelurahan Menteng, Palangka Raya, pada Rabu (24/6/2026) sore. Dari peristiwa tersebut, polisi langsung mendalami motif kejadian perkara ini. Sontak peristiwa tersebut membuat warga sekitar geger.

Kepala Operasional Emergency Response Palangka Raya (ERP), Yustinus Exaudi, menyebut menerima laporan warga pada pukul 17.15 WIB.

“Kejadiannya di salah satu kos Jalan G. Obos 8. Korban pria 23 tahun,” ujarnya.

Setelah berkoordinasi, Tim ERP dan Polresta Palangka Raya langsung mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Kalteng. Polisi pun memasang garis polisi dan olah TKP.

Kronologi Singkat Versi Polisi

1. Pagi 24 Juni: Korban masuk kerja seperti biasa di minimarket. Pukul 08.00 WIB izin ke kantor cabang untuk mengambil barang di kos.

2. Sore hari: Korban tak kembali dan tak bisa dihubungi.

3. Pukul 17.15 WIB: Rekan kerja (saksi) cek ke kos. Setelah tak ada respons, saksi menemukan korban sudah meninggal. Kemudian saksi lapor warga dan polisi.

Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, membenarkan korban berstatus mahasiswa sekaligus karyawan minimarket.

“Dari HP korban ada indikasi judi online, pinjaman online, dan transaksi saham. Namun masih kami dalami. Motif belum bisa disimpulkan,” kata Iyudi, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, temuan tersebut akan menjadi salah satu petunjuk awal yang sedang ditelusuri pihaknya. Namun hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan motif pasti di balik meninggalnya korban. Pihaknya juga sudah memeriksa saksi dan mengamankan barang bukti. Keluarga dan orang terdekat korban juga akan dimintai keterangan.

"Kami juga akan meminta keterangan dari keluarga dan orang-orang terdekat korban untuk mengetahui latar belakang kejadian ini," tambah Iyudi.

Penting untuk Diketahui

- Apakah ada tindak kekerasan? Dari visum awal yang dilakukan RS Bhayangkara: tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban.

- Apa penyebab pasti? Polisi masih belum menyimpulkan. Sementara dugaan terkait masalah finansial masih terus didalami. (red/wis)

Reporter: Redaksi