Pencarian

Gedung Kesra Kalteng Terbakar, Hidran Tak Berfungsi Saat Api Mengamuk

Rabu, 12 Agustus 2026 • 08:43:00 WIB • 4 menit baca
Gedung Kesra Kalteng Terbakar, Hidran Tak Berfungsi Saat Api Mengamuk
Kondisi Gedung Biro Kesra di kompleks Kantor Gubernur Kalteng setelah api mulai mereda. Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pembasahan pada bagian gedung yang terdampak kebakaran, Rabu (12/8/2026). (IST)

KATANG.ID– Nyaris seluruh bagian Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah di kompleks Kantor Gubernur Kalteng dilalap api pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kebakaran yang mulai membesar sekitar pukul 02.30 WIB tersebut sempat menghadapi kendala saat proses pemadaman lantaran fasilitas hidran di gedung tidak berfungsi.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya. Kondisi itu membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja maksimal untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, yang datang meninjau lokasi kebakaran, secara khusus menyoroti kondisi fasilitas hidran. Menurutnya, keberadaan hidran seharusnya dapat membantu mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi.

“Hidrannya tidak jalan. Harusnya kalau hidran jalan, kondisinya bisa berbeda. Ini menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua,” ujarnya.

Keterangan mengenai kondisi hidran tersebut juga disampaikan Ketua Regu Jaga Malam Satpol PP Kalteng, Mestyan. Ia mengatakan petugas sempat berupaya menggunakan fasilitas tersebut ketika api diketahui membesar, namun hidran tidak dapat digunakan.

“Saat patroli sekitar pukul 02.00 lewat, teman saya melihat api dan berteriak. Kami langsung menghubungi Damkar dan mencoba membuka hidran, tetapi tidak bisa terbuka dan airnya kosong,” ujarnya ketika di lokasi kebakaran mendampingi Gubernur.

Sebelum kejadian, kondisi di sekitar gedung disebut masih aman. Berdasarkan keterangan anggota Satpol PP yang bertugas dan enggan disebutkan namanya, api kemudian terlihat membesar sekitar pukul 02.30 WIB.

"Api mulai membesar sekitar jam segitu," ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan kepulan asap tebal memenuhi kawasan kompleks Kantor Gubernur Kalteng. Api terlihat membumbung dari bangunan berlantai dua dan melahap bagian atap gedung.

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Puluhan petugas terlihat bekerja bersama menyemprotkan air ke arah bangunan. Sebuah tangga juga disandarkan pada dinding gedung untuk membantu petugas menjangkau bagian tertentu yang terbakar.

Dampak kebakaran ternyata cukup luas. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng, Rus’ansyah, mengatakan hampir seluruh ruangan di dalam gedung terdampak kobaran api.

"Kalau yang terbakar hampir semua ruangan. Itu kan ada ruang Karo, ada ruang Kabag, ada ruang Kasubag TU, dan sebagainya. Termasuk seluruh staf kita kan di sana terbagi ruangannya," jelas Rus’ansyah saat ditemui di lokasi kejadian.

Besarnya kerusakan membuat pihak Biro Kesra belum dapat memastikan barang maupun dokumen penting yang masih bisa diselamatkan. Pemeriksaan terhadap bagian dalam gedung belum dapat dilakukan sebelum proses pemadaman benar-benar selesai dan kepolisian memberikan izin.

"Nanti kalau setelah apinya padam, dan proses pemeriksaan dari kepolisian selesai, baru kita bisa cek sejauh mana barang-barang yang memang tersisa," ujarnya.

Rus’ansyah juga belum dapat memastikan dari mana api pertama kali muncul. Ia mengaku baru tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB ketika kobaran sudah membesar.

"Nanti kita tunggulah hasil dari pihak yang berwajib untuk melihat kejadian, termasuk mungkin ada saksi-saksi yang bisa menjelaskan langsung," tambahnya.

Hal serupa disampaikan Gubernur Agustiar Sabran. Ia menyebut titik awal api dan penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Pemerintah Provinsi Kalteng menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang.

“Kami belum tahu pasti. Ada informasi dari petugas jaga, tetapi penyebabnya masih harus menunggu hasil penyelidikan,” katanya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kalteng, Eric Dovico L. Lampe, mengatakan proses penanganan dan investigasi selanjutnya diserahkan kepada kepolisian.

"Kita serahkan sepenuhnya ke pihak yang berwenang untuk proses selanjutnya, karena sementara ini kita hanya melihat kondisi saat ini," tegas Eric.

Mengenai besaran kerugian, Eric menyebut perhitungannya akan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.

"Terkait kerugian ataupun yang lainnya, tetap nanti melalui proses-proses yang ada," pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, yang lebih dahulu meninjau lokasi, menyatakan prioritas saat ini adalah memastikan seluruh api padam dan kondisi kawasan aman sebelum proses investigasi dilakukan.

"Sekarang upaya kita adalah memadamkan dulu. Sesudah ini, tentunya kalau sudah aman baru nanti dari kepolisian dan pihak-pihak berwenang yang akan melakukan investigasi lebih lanjut," pungkas Linae.

Meski salah satu gedung pemerintahan mengalami kebakaran, Gubernur memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Aktivitas perkantoran dari gedung yang terbakar akan dipindahkan sementara ke bangunan lain hingga proses perbaikan dilakukan.

“Pelayanan tetap berjalan, hanya sementara akan beralih tempat sampai proses perbaikan dilakukan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih dilakukan petugas pemadam kebakaran. Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. (tim)

Follow katang.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks
Katang.ID - Media Berita Kalimantan Tengah TV YouTube

Berita Terkini

Indeks