Gubernur Kalteng Minta Kepastian Penyelesaian Pemadaman Listrik: Akhir Bulan Ini Dijamin Normal

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijino saat melakukan siaran pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7). (I
Penulis: Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 | 15:00:00 WIB

KATANG.ID– Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menuntut kepastian penyelesaian gangguan kelistrikan yang memicu pemadaman bergilir di sejumlah daerah. Permintaan ini disampaikan langsung dalam pertemuan dengan jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) di Istana Isen Mulang, Kamis (30/7/2026)

 

“Insyaallah akhir bulan semuanya sudah bersih dan normal kembali. Mohon doanya, kami akan terus berupaya dan berkoordinasi hingga ke pemerintah pusat agar PLN tidak mengabaikan kondisi riil yang dirasakan masyarakat,” ujar Agustiar seusai pertemuan.

 

Pemadaman bergilir sebenarnya sudah terdeteksi sejak sebelum tanggal 22 Juli 2026. Sempat membaik sejenak, gangguan kembali muncul pada 20 Juli dan memicu keresahan luas. Hal inilah yang menjadi alasan utama Agustiar memanggil kembali pimpinan PLN UID Kalselteng untuk kedua kalinya.

 

“Keresahan warga Kalteng adalah keresahan kami juga. Saya meminta penjelasan langsung agar masyarakat tidak gaduh,” tegasnya.

 

Dari penjelasan pihak PLN, gangguan terjadi karena kerusakan serentak pada sejumlah unit pembangkit yang terhubung dalam satu sistem jaringan, yakni di wilayah Gunung Mas, Tabalong, dan Asam-Asam. Kerusakan yang terjadi bersamaan ini otomatis mengganggu pasokan listrik ke seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

 

Agustiar menegaskan isu kelistrikan sangat sensitif karena berdampak langsung pada aktivitas harian warga hingga kelangsungan dunia usaha. Oleh karena itu, pernyataan terkait penanganan harus disampaikan secara tegas dan memberikan kepastian waktu perbaikan, bukan sekadar janji yang belum jelas pelaksanaannya.

 

Selain itu, Gubernur juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang tidak benar. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan isu tidak bertanggung jawab yang tidak berkaitan dengan penyebab sebenarnya.

 

“Penjelasan resmi dari PLN harus menjadi rujukan utama agar tidak berkembang spekulasi liar yang justru menambah keresahan. Kami meminta semua pihak bersikap tenang dan percaya bahwa perbaikan sedang berjalan secara maksimal,” tutup Agustiar.

 

Saat ini tim teknis PLN sudah dikerahkan ke seluruh lokasi pembangkit yang bermasalah untuk mempercepat perbaikan guna memenuhi target penyelesaian paling lambat akhir Juli 2026. (red/wis)

 

Reporter: Redaksi