Hipertensi Usia Muda Tinggi Akibat Obesitas dan Gaya Hidup Tak Sehat
KATANG.ID-Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM menyampaikan faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko hipertensi pada usia muda.
Dilansir dari ANTARA, Selasa (23/6/2026), dia mengungkapkan bahwa obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, mengonsumsi minuman beralkohol, dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko hipertensi pada usia muda.
Menurut dia, kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi juga dapat meningkatkan kemungkinan orang muda mengalami hipertensi. Minuman berenergi bisa memiliki kandungan kafein dan kadar gula tinggi. Jika dikonsumsi terus-menerus, minuman yang demikian dapat memicu peningkatan denyut jantung dan beban kerja jantung.
"Lama-kelamaan bila kita mengkonsumsi energy drink secara terus-terusan, maka akan terjadi peningkatan tekanan darah, kekakuan pembuluh darah, sehingga efek jangka panjang bisa menimbulkan hipertensi," kata dr. Anindia.
Dia mengatakan bahwa angka kejadian hipertensi pada orang muda tergolong cukup tinggi menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Kementerian Kesehatan terakhir melaksanakan SKI pada tahun 2023.
Dokter Anindia mengutip data SKI yang menunjukkan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada kelompok penduduk berusia 18–24 tahun sekitar 10 persen dan pada kelompok penduduk berusia 25– 30an tahun sekitar 17 persen.
"Kalau dulu mungkin masih dijumpai di sekitar umur 50-an tahun, tapi sekarang sudah mulai di usia 20 sampai 30-an tahun sudah banyak kita jumpai tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg," katanya.
Dokter Anindia menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah dan menekan risiko hipertensi pada usia muda. Perubahan gaya hidup yang dimaksud di antaranya menerapkan pola makan rendah garam, rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik 150 menit per minggu, tidak merokok atau menghisap vape, serta menjaga berat badan agar tidak sampai obesitas
Mereka yang tekanan darahnya masih tinggi meski sudah menerapkan gaya hidup sehat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter, yang dapat merekomendasikan penggunaan obat anti-hipertensi sesuai dengan kondisi pasien.
"Bila faktor risiko yang lain seperti obesitas dan gaya hidup bisa kita imbangi, maka dosis obat hipertensinya bisa kita kurangi perlahan sampai pasien terlepas dari penggunaan obat hipertensi, kalau memang penyebab dari hipertensi tersebut gaya hidup yang tidak baik," ujar dr. Anindia. (red)