Pertamax: Pahitnya Harga, Kepahitan Nasib

Ilustrasi: Wisanggeni/Katang.id
Penulis: Wisanggeni
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:40:00 WIB

KENAIKAN harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter telah memberikan tekanan pada pelaku ekonomi mikro, khususnya pengemudi ojek online (ojol). Mereka terpaksa menanggung biaya operasional yang meningkat, karena mobilitas tinggi sebagai driver ojol menuntut mereka rutin mengisi bahan bakar dengan spesifikasi tertentu.

Sudah sangat jelas bahwa fluktuasi harga energi ini memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah, terutama mereka yang menggantungkan mata pencahariannya di jalanan. Oleh karena itu, besar harapan para driver ojol kepada pemerintah untuk segera membenahi kebijakan tarif harga BBM non-subsidi ini, agar beban mereka dapat sedikit terkurangi.

Pemerintah perlu mempertimbangkan lagi dampak kenaikan harga Pertamax terhadap masyarakat ekonomi mikro dan mencari solusi yang adil dan berkeadilan. Apakah itu melalui subsidi atau kebijakan lain yang dapat membantu mengurangi beban mereka? 

Yang pasti, harapan para driver ojol dan masyarakat ekonomi mikro lainnya adalah agar kebijakan pemerintah dapat lebih berpihak pada mereka yang paling membutuhkan. (wis)

Reporter: Wisanggeni