Pencarian

Tumbang 4-0 di Debut BRI Super League: Adaptasi, Gol Cepat, dan Bola Mati Jadi Catatan Krusial Isenmulang Kalteng FC

Jumat, 04 September 2026 • 18:00:00 WIB • 3 menit baca
Tumbang 4-0 di Debut BRI Super League: Adaptasi, Gol Cepat, dan Bola Mati Jadi Catatan Krusial Isenmulang Kalteng FC
Laga pembuka BRI Super League 2026/2027 antara Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026). (Foto MO Isenmulang Kalteng FC)Laga pembuka BRI Super League 2026/2027 antara Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion

KATANG.ID-Isenmulang Kalteng FC harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Arema FC dalam laga pembuka BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026). Debut tim promosi dari Liga 2 di kasta tertinggi musim ini langsung berhadapan dengan ujian berat.

 

Empat gol tanpa balas menjadi pelajaran pertama yang paling nyata. Tiga di antaranya tercipta melalui situasi tendangan sudut. Kekuatan bola mati terukur dari lawan menjadi celah paling fatal yang belum mampu ditutup rapat.

 

Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menyebut gol cepat sejak awal langsung mengubah peta permainan dan menyulitkan jalannya adaptasi dalam pertandingan. Perbedaan intensitas dan tuntutan kecepatan di level tertinggi terasa nyata bagi skuad yang baru naik dari Liga 2 ini.

 

“Adaptasi kita memang belum cukup cepat. Kita bisa melihat bagaimana gol terjadi begitu cepat. Ini memang menjadi salah satu hal yang sudah kita perhitungkan, bagaimana tim yang sebelumnya bermain di Liga 2 harus beradaptasi dengan kasta tertinggi sepak bola Indonesia,” ujar Mundari saat presscon usai laga.

 

Meski tertinggal lebih dulu, Mundari menilai anak asuhnya mampu memberi respons positif. Setelah masa kejutan awal berlalu, tim mulai mampu menguasai jalannya pertandingan dengan memberikan perlawanan seimbang.

 

“Gol-gol cepat itu yang membuat kita agak kesulitan. Tetapi setelah gol tersebut terjadi, saya pikir kita justru banyak menguasai pertandingan dan mampu memberikan perlawanan,” tambahnya.

 

Tiga gol dari situasi tendangan sudut akan menjadi fokus evaluasi utama. Mundari berharap pengalaman pertama ini mempercepat pemahaman seluruh pemain terhadap ritme dan tuntutan di BRI Super League.

 

Pemain belakang Isenmulang Kalteng FC, Leo Lelis, sejalan dengan apa yang disampaikan pelatih. Ia menyebut seluruh skuad masih dalam tahap penyesuaian dan setiap laga akan menjadi proses belajar berharga.

 

“Tim kami masih baru di Super League dan kami masih dalam proses beradaptasi dengan kompetisi ini. Hari ini kami memulai pertandingan dan kami harus terus belajar dari setiap pertandingan,” katanya.

 

Ia juga menyoroti kebocoran bola mati dan gol menjelang akhir babak pertama sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki bersama.

 

“Tiga gol yang kami terima berasal dari corner kick. Jadi ini adalah sesuatu yang harus kami perbaiki dan evaluasi bersama,” tegasnya.

 

Selain tantangan di lapangan, kendala persiapan juga menjadi faktor. Seperti halnya kondisi kabut asap di Kota Palangka Raya diakuinya menghambat jalannya latihan pra-musim secara optimal.

 

“Kami juga tidak bisa menjalani latihan di Palangka Raya karena kondisi asap. Jadi kami harus tetap bekerja keras dan beradaptasi dengan situasi yang ada. Yang terpenting sekarang adalah kami terus bekerja, belajar, dan menjadi lebih baik untuk pertandingan berikutnya,” pungkas Leo.

 

Kekalahan ini menjadi awal perjalanan panjang yang harus dilalui Isenmulang Kalteng FC di kasta tertinggi. Adaptasi cepat, perbaikan pertahanan bola mati, dan peningkatan kesiapan tentu menjadi kunci agar skuad ini bisa tampil lebih kompetitif di laga-laga selanjutnya.(red/wis)

Follow katang.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks
Katang.ID - Media Berita Kalimantan Tengah TV YouTube

Berita Terkini

Indeks