Berlindung dari Kabut Asap, Palangka Raya Siagakan 47 Rumah Oksigen
KATANG.ID-Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat membentengi warganya dari ancaman paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), sebanyak 47 rumah oksigen kini disiagakan di berbagai titik strategis, bahkan sebagian beroperasi penuh selama 24 jam.
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, menegaskan bahwa fasilitas penunjang pernapasan ini disiapkan untuk merespons penurunan kualitas udara selama musim kabut asap. Sebarannya mencakup fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga pos pelayanan terdekat dengan permukiman.
"Rumah oksigen saat ini ada 47 titik yang ada di Kota Palangka Raya. Mulai dari puskesmas, kemudian ada puskesmas pembantu, kemudian kita menyiapkan posyandu," ujar Riduan, Selasa (6/10/2026).
Riduan merinci, puluhan titik tersebut merupakan akumulasi posko yang telah rampung disiapkan untuk menjangkau masyarakat secara merata di berbagai wilayah. Dari total fasilitas yang tersedia, sejumlah titik prioritas disiagakan tanpa henti untuk melayani kebutuhan darurat warga.
"Jadi totalnya sampai dengan hari kemarin itu ada 47 rumah oksigen yang tersebar di Kota Palangka Raya. Sebagian ada yang buka 24 jam. Terutama ada empat puskesmas yang buka 24 jam," ungkapnya.
Tak hanya di puskesmas rujukan, jangkauan layanan rumah oksigen juga diperluas hingga ke level kelurahan. Demi menjaga operasional tetap berjalan seharian penuh, Dinkes menjalin kolaborasi khusus bersama perguruan tinggi setempat.
"Kemudian di kelurahan juga kita menyiapkan yang buka 24 jam. Karena kita melibatkan adik-adik mahasiswa semester akhir. Kita ada kolaborasi dengan Universitas Eka Harap. Jadi kita melibatkan adik-adik untuk menjaga rumah oksigen 24 jam," jelas Riduan.
Melihat kondisi mutu udara yang masih fluktuatif, Dinkes Palangka Raya terus memantau kebutuhan lapangan secara berkala. Riduan memastikan pihaknya siap menambah kuota posko bantuan pernapasan bila situasi lingkungan kian mengkhawatirkan.
"Kita evaluasi. Kalau memang nanti cuacanya tambah jelek, insyaallah kita perluas," tegasnya.
Bersamaan dengan kesiapan posko oksigen, Dinkes terus mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan disiplin memakai masker saat terpaksa bepergian. Masyarakat yang mulai merasakan keluhan gangguan pernapasan diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah risiko kesehatan yang lebih berat selama musim kemarau ini.(red)