Titik Api Muncul di Kahayan Tengah, Asap Tebal Selimuti Sejumlah Wilayah Kalimantan Tengah
KATANG.ID — Kabar yang memburuk datang dari langit Kalimantan Tengah. Patroli udara yang dilakukan hari ini, Minggu (9/8/2026) menemukan titik api baru di kawasan Kahayan Tengah.Sementara asap tebal juga masih menyelimuti sejumlah wilayah dan mengancam infrastruktur vital. Kondisi ini menjadi peringatan nyata bahwa perjuangan melawan kebakaran hutan dan lahan masih belum berakhir.
Melalui penerbangan menggunakan helikopter Bell 206 registrasi PK-FBH pada Minggu (9/8/2026), tim patroli menyisir berbagai wilayah mulai dari Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, hingga Barito Selatan. Hasilnya menggambarkan situasi yang masih memprihatinkan di banyak titik.
“Untuk sortie pertama hari ini, kami melaksanakan patroli udara dari Palangka Raya menuju Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, kemudian kembali ke Kapuas dan Palangka Raya,” ujar Capt. Falah, Pilot Helikopter Bell 206 L3 PT Fly Bali Indoaviasiasi, yang memimpin pemantauan udara tersebut.
Pantauan saat patrol, Kecamatan Sebangau di Kota Palangka Raya masih menjadi salah satu zona paling kritis. Dari ketinggian, terlihat asap tebal membumbung tinggi dari area terbakar, hingga jarak pandang menyusut di bawah 1.000 meter. Luas lahan yang hangus di wilayah ini diperkirakan mencapai 10 hektare. Meski angin cukup tenang sehingga asap tak meluas ke segala arah, kepulan yang naik ke atas justru menutup pandangan secara drastis. Tim Satgas Karhutla darat pun sudah dikerahkan ke lokasi untuk menekan laju api.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan terlihat di Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Di situ, api mulai merambat mendekati jalan raya sekaligus jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), infrastruktur vital yang jika terganggu bisa berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. Luas area terbakar di kawasan itu mencapai 15 hektare. Ini menjadikannya salah satu titik terluas yang terpantau hari ini.
“Dalam hampir dua minggu terakhir, wilayah Jabiren Raya memang menjadi perhatian khusus. Helikopter patroli maupun water bombing telah melakukan upaya yang cukup masif untuk menekan perkembangan kebakaran di kawasan tersebut,” ungkap Capt. Falah.
Meski begitu, di Desa Tumbang Nusa yang masih satu kecamatan, asap tebal dan titik api masih terlihat jelas, dengan potensi meluas yang tetap tinggi. Di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, tercatat sekitar 5 hektare lahan masih terbakar. Sementara di kawasan pertambangan emas, Kecamatan Kapuas Tengah, terpantau area berasap seluas 3 hektare dengan titik tambahan sekitar 2 hektare di sekitarnya.
Namun, kabar baik juga datang dari beberapa wilayah. Kecamatan Dadahup dan sejumlah kawasan di Dusun Hilir hingga Barito Selatan dinyatakan sudah aman. Api yang berkobar sekitar seminggu lalu telah padam, menyisakan hamparan lahan hangus. Meski begitu, sisa asap kiriman membuat jarak pandang di Barito Selatan masih berada di bawah 3.000 meter, mengingatkan bahwa dampak kebakaran tetap terasa meski api sudah tak terlihat.
Pantauan paling mendesak justru muncul di perjalanan pulang menuju Bandara Tjilik Riwut. Tim patroli menemukan titik api baru di kawasan hutan Kahayan Tengah, yang diperkirakan membakar lahan seluas 2 hektare. Meski tampak kecil saat ini, keberadaannya menjadi sinyal bahaya yang tak boleh diabaikan.
“Lokasi tersebut merupakan titik api baru yang telah kami laporkan kepada Satgas untuk segera ditindaklanjuti karena memiliki potensi membesar,” tegas Capt. Falah.
Kini, mata kembali tertuju pada Kahayan Tengah dan sejumlah titik panas lainnya. Saat api berusaha merebut kembali wilayah hutan dan lahan, Satgas Karhutla beserta seluruh pihak terus berjuang dari udara maupun darat. Di balik angka luas lahan terbakar dan laporan asap tebal, ada harapan agar upaya pemadaman terus berjalan cepat, agar napas warga Kalimantan Tengah kembali lega. Terpenting, hutan yang menjadi paru-paru bumi ini tak terusik oleh jilatan api yang datang terus berulang. (red/wis)