Palangka Raya Bersepeda 2026: Gowes 31 Km, Menyatukan Pesepeda dan Menebar Aroma Kopi Lokal

Peserta Palangka Raya Bersepeda 2026 siap menempuh rute sejauh 31 kilometer usai dilepas Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Sabtu (18/7/2026) lalu. (Foto Palangka Raya Bersepeda untuk Katang.id)
Penulis: Redaksi
Jumat, 24 Juli 2026 | 17:30:00 WIB

KATANG.ID — Udara segar menyapa setiap putaran roda di bawah langit khatulisiwa. Sabtu, (18/7/2026) lalu, ratusan semangat para pesepeda berkumpul di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya. Bukan sekadar mengayuh sepeda, mereka membawa pesan kebersamaan, cinta pada daerah, dan kebanggaan akan kekayaan alam setempat dalam ajang Palangka Raya Bersepeda 2026.

 

Kegiatan ini menjadi bagian istimewa dari rangkaian Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota dan ke-69 Kota Palangka Raya. Digerakkan oleh kolaborasi Pemerintah Kota, Komunitas Hakumpul Seli (HASI), serta Muhammad Subuh Center (MSC), acara ini betul-betul sukses mempertemukan sekitar 200 peserta dari berbagai penjuru Nusantara.

 

Mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, hingga Pontianak, Bali, Banjarmasin, dan sejumlah kabupaten sekitar, semuanya hadir menyatu dalam irama kayuhan di atas aspal.

Rute sejauh 31 kilometer terbentang indah tapi menantang. Dimulai dari Jalan Tjilik Riwut Km 6, melintasi jalan nasional menuju Muhammad Subud Center di Kecamatan Bukit Batu. Setiap lengkungan jalan seolah menceritakan pesona alam Kalimantan Tengah yang asri dan terjaga.

Olahraga bersepeda bisa menjadi sarana merajut persaudaraan di tiap perjalanan.
Olahraga bersepeda bisa menjadi sarana merajut persaudaraan di tiap perjalanan.

 

Namun, ada sesuatu yang lebih dari sekadar olahraga ini. Sehari menjelang pelaksanaan kegiatan, peserta terlebih dahulu diajak merasakan keharuman khas biji kopi lokal ini saat pengambilan Ride Pack yang digabungkan dengan acara Palangka Raya Coffee Week di Aula Palampang Tarung.

 

Ketua HASI, Noriko Yunanto, menjelaskan bahwa langkah ini bukan kebetulan.

“Kita ingin peserta dari luar daerah melihat dan mencicipi langsung kekayaan kopi lokal di sini. Biji kopi jenis Liberika asli sini punya karakter otentik yang tak dimiliki daerah lain. Potensinya setara kopi nasional,” ujar Noriko.

 

Momen pelepasan peserta menjadi bukti dukungan penuh pemimpin daerah. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Achmad Zaini dan unsur Forkopimda hadir langsung memberi semangat dalam kegiatan ini.

 

“Saya sangat mengapresiasi HASI dan seluruh komunitas yang memeriahkan peringatan hari jadi ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus menjadi energi untuk membangun Palangka Raya yang semakin maju, berkelas, dan berkualitas,” ujar Fairid.

 

Bagi koordinator kegiatan Ari Palilu, ajang ini adalah jembatan promosi yang hidup.

“Ini bukan sekadar gowes bersama. Kita mengajak setiap peserta menjadi duta daerah. Setiap putaran roda sekaligus menyebarkan cerita tentang potensi wisata, ekonomi, dan budaya yang bisa mensejahterakan masyarakat jika dikelola bersama,” ungkapnya.

 

Holil Azmi, peserta dari komunitas Folding Bike Pontianak, mengaku terkesan.

“Jalur sepeda di sini sangat eksotis. Treknya beragam dan nyaman untuk berbagai jenis sepeda. Kalau dikembangkan lebih serius, ini punya nilai jual tinggi untuk pariwisata olahraga. Saya berharap kegiatan serupa makin sering digelar, agar lebih banyak orang tahu dan datang ke sini,” harapnya.

 

Di ujung perjalanan, saat peluh bercampur tawa, satu hal yang terpatri di hati para peserta. Ya, Palangka Raya Bersepeda 2026 telah membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi sarana merajut persaudaraan, sekaligus membuka pintu kemajuan ekonomi dan pariwisata yang berakar pada kekayaan lokal. (red/wis)

 

Reporter: Redaksi