LPG 3 Kg Bersubsidi Langka dan Naik Harga, Warga Lamandau Keluhkan Penjualan di Atas HET

Kondisi pangkalan gas LPG 3 Kg yang mengalami kekosongan stok, baru-baru ini. (ist)
Penulis: Redaksi
Jumat, 17 Juli 2026 | 13:14:00 WIB

KATANG.ID – Masyarakat Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, menghadapi kelangkaan sekaligus kenaikan harga LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya dilaporkan stok BBM jenis Pertalite eceran kosong di sejumlah wilayah.

 

Keluhan ini disampaikan warga setempat, GT, Jumat (17/7/2026) di Nanga Bulik. Ia menyebut dalam beberapa waktu terakhir cukup sulit mendapatkan pasokan LPG 3 kg. Menurut pengakuannya, meskipun tersedia di pangkalan resmi namun sering diklaim sudah terpesan.

 

Tidak hanya langka, bahkan harga jual juga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Di wilayah perkotaan Nanga Bulik, harga normal seharusnya berkisar Rp35.000–Rp40.000 per tabung. Namun, untuk pembeli dari wilayah pedesaan, harga dipatok lebih tinggi mencapai Rp43.000 hingga Rp45.000 per tabung.

 

“Kalau orang dari desa yang mengambil di pangkalan kota, harganya sudah sampai Rp43.000 sampai Rp45.000. Pangkalan kini berani menjual di atas harga wajar,” ungkap GT.

 

Masyarakat kini berharap instansi terkait dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan serta menindak tegas oknum yang menimbun atau menjual barang subsidi di luar ketentuan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli warga. (red/wis)

 

Reporter: Redaksi