Registrasi SIM Card Wajib Biometrik Wajah Resmi Dimulai, 4,9 Juta Pelanggan Baru Terdaftar

Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Kemkomdigi Dany Suwardany saat Diskusi Redaksi (DIKSI) bersama media nasional. (Foto : Bismo Agung Indonesia.go.id)
Penulis: Redaksi
Selasa, 07 Juli 2026 | 15:54:53 WIB

KATANG.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital Kemkomdigi memastikan seluruh operator seluler di Indonesia sudah menerapkan registrasi kartu SIM baru berbasis verifikasi wajah atau face recognition mulai 1 Juli 2026 lalu.

Kepastian itu didapat setelah Kemkomdigi melakukan inspeksi hari pertama. Saat itu masih ditemukan operator yang memakai cara lama pakai NIK.

"Pengawasan dilakukan untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman sekaligus menutup celah penyalahgunaan identitas," ujar Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Kemkomdigi Dany Suwardany dalam Diskusi Redaksi di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dany menyebut operator yang melanggar langsung ditegur. Kurang dari 1x24 jam seluruh operator menyesuaikan sistem.

201 Ribu Registrasi Biometrik Per Hari

Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi pelanggan baru dengan biometrik mencapai 201 ribu transaksi per hari. Secara kumulatif sejak Januari 2026, sudah 4,9 juta pelanggan baru terdaftar dengan verifikasi wajah. Sebelum wajib diberlakukan, ATSI mencatat 2,93 juta pelanggan sudah daftar sukarela.

"Kami akan terus lakukan inspeksi berkala di daerah agar implementasi konsisten," kata Dany.

Hanya untuk Pelanggan Baru

Kemkomdigi menegaskan kewajiban biometrik hanya untuk pelanggan baru. Pelanggan lama tidak wajib registrasi ulang, tapi boleh memperbarui data secara sukarela.

Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kepemudaan Alfreno Kautsar menyebut biometrik adalah bagian pilar "Terjaga" dalam peta jalan Indonesia Digital 2025–2029. Tujuannya meminimalkan penyalahgunaan identitas.

Dukungan juga datang dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia ATSI.

"Kami tunduk pada regulasi pemerintah. Operator terus menyesuaikan sistem dan sosialisasi agar berjalan optimal," kata Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir.

Menurutnya, Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Dukcapil agar data registrasi semakin akurat dan akuntabel. (red/wis)

Reporter: Redaksi