Kalteng Dilanda Kekeringan, Pemprov Salurkan 122.600 Liter Air Bersih, Gubernur: Pemerintah Harus Hadir Bantu Rakyat

Bantuan air bersih yang disalurkan Pemprov Kalteng untuk warga terdampak kekeringan. (Foto MMC Kalteng)
Penulis: Redaksi
Sabtu, 05 September 2026 | 15:10:00 WIB

KATANG.ID – Musim kemarau panjang yang berlangsung di Kalimantan Tengah berdampak luas, tidak hanya memicu risiko kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga menyusutnya ketersediaan air bersih di ratusan desa. Menanggapi kondisi mendesak tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap pada Jumat (4/9/2026). Total suplai sementara mencapai 122.600 liter, guna menjamin kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Kalimantan Tengah, curah hujan diprediksi tetap rendah hingga pertengahan September 2026. Suhu udara harian rata-rata berkisar antara 23°C hingga 34°C, dengan tingkat penguapan yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan sumber air permukaan seperti sungai, saluran irigasi, dan sumur warga mengalami penyusutan drastis, bahkan mengering di sejumlah wilayah pedalaman.

Sampai awal September 2026, tercatat lebih dari 40 desa tersebar di 13 kabupaten telah melaporkan kesulitan akses air bersih. Wilayah yang paling terdampak umumnya berada di kawasan pedalaman dan daerah aliran sungai yang debit airnya menurun tajam saat musim kemarau.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa penanganan dampak kemarau tidak boleh terbagi-bagi. Pencegahan karhutla dan pemenuhan air bersih warga sama-sama menjadi prioritas utama.

“Pada saat kemarau seperti saat ini, Pemprov Kalteng tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga menangani berbagai dampak lainnya, termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Terutama warga di wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” tutur Gubernur.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus memantau kondisi di lapangan dan merespons dengan cepat. Koordinasi antarwilayah diperkuat agar bantuan dapat meluncur tepat sasaran dan tepat waktu.

“Saya minta seluruh jajaran terus memantau kondisi di wilayah masing-masing. Jika ada masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih, segera dikoordinasikan agar bantuan dapat diberikan. Jangan sampai masyarakat menghadapi kesulitan sendirian. Pemerintah harus hadir dan bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Penyaluran air bersih tahap ini menyasar desa-desa yang paling membutuhkan, tersebar di 11 kabupaten. Di Kabupaten Kotawaringin Barat, bantuan dialirkan ke Desa Bumi Harjo 5.000 liter, Desa Pangkalan Satu 5.000 liter, Desa Pandu Sanjaya 12.000 liter, Desa Kadipi 12.000 liter, dan Desa Sebuai 4.600 liter.

Kepala Desa Bumi Harjo, Sunardi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam.

“Saya selaku Kepala Desa Bumi Harjo beserta seluruh masyarakat Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di desa kami,” ujarnya.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, bantuan mencapai 34.000 liter yang dibagi ke Desa Jaya Karet, Parebok, Lempuyang, dan Kuin Permai — menjadi alokasi terbesar dalam penyaluran tahap ini.

Sementara itu, di Kabupaten Lamandau, Desa Arga Mulya menerima 15.000 liter. Di Kabupaten Barito Utara, Desa Parangkapeng menerima 12.000 liter.

Di Kabupaten Seruyan, Desa Halimaung Jaya dan Desa Sei Undang masing-masing menerima 4.000 liter. Di Kabupaten Pulang Pisau, Desa Sebangau Jaya menerima 4.000 liter.

Di Kabupaten Katingan, bantuan dialirkan ke Dusun Bukit Lime, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, sebanyak 2.400 liter untuk melayani kebutuhan sekitar 300 warga. Perwakilan warga setempat turut menyampaikan terima kasih.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur atas bantuan air bersih untuk warga kami di Dusun Bukit Lime, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang terdampak kemarau panjang dan kekeringan air bersih,” ungkap warga.

Penyaluran juga menyasar Kabupaten Barito Timur (Desa Lebo 5.000 liter), Barito Selatan (Desa Pararapak 1.200 liter), serta Murung Raya (Desa Purca Seberang dan Desa Tahujan Ontu masing-masing 1.200 liter).

Mengingat prakiraan curah hujan baru akan membaik secara signifikan pada akhir September hingga awal Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa bantuan air bersih akan terus disalurkan secara berkelanjutan, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan riil di lapangan. Data yang tercantum saat ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring berjalannya proses pendistribusian.

Pemprov Kalteng berkomitmen terus memperkuat langkah penanganan dampak kekeringan. Pelayanan kepada masyarakat, terutama pemenuhan kebutuhan dasar air bersih, akan terus dipastikan berjalan optimal hingga musim hujan tiba dan kondisi sumber air kembali normal. (*/red)

Reporter: Redaksi